Pejantan Panggilan di Kabupaten Soppeng

Soppeng, 24 Juni 2022 - Dalam upaya meningkatkan populasi sapi dan mutu genetik ternak di Kabupaten Soppeng, Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng menghadirkan inovasi baru berupa program "Pejantan Panggilan". Program ini bertujuan untuk menambah petugas inseminator, memudahkan pelayanan inseminasi buatan di setiap daerah, serta memperbaiki mutu genetik ternak di wilayah tersebut.

 

Kabupaten Soppeng, yang merupakan salah satu sentra ternak di Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha peternakan. Dengan letak geografis yang didominasi oleh daerah pegunungan dan luasnya hamparan sawah, pemerintah telah menggenjot upaya percepatan peningkatan populasi sapi melalui program Inseminasi Buatan dengan program Sapi Kerbau Andalan Negeri (SIKOMANDAN).

 

Namun, dalam menjalankan program Inseminasi Buatan, Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng menghadapi beberapa kendala. Pertama, terbatasnya tenaga inseminator organik di dinas tersebut. Keterbatasan ini menyulitkan pelayanan inseminasi buatan di setiap daerah di Kabupaten Soppeng. Kedua, belum terpenuhinya pelayanan inseminasi buatan di setiap daerah, yang mengakibatkan beberapa peternak tidak mendapatkan layanan tersebut. Ketiga, kurangnya pejantan pemacek yang memiliki kualitas bagus menjadi hambatan dalam meningkatkan mutu genetik ternak.

 

Dalam rangka mengatasi masalah tersebut dan mencapai tujuan pelayanan Inseminasi Buatan, Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng mengembangkan inovasi "Pejantan Panggilan". Program ini memanfaatkan tenaga inseminator swadaya yang dilatih dari masyarakat peternak untuk memenuhi kebutuhan petugas inseminator dan memudahkan pelayanan inseminasi buatan di setiap daerah, baik desa maupun kelurahan.

 

Program Pejantan Panggilan memiliki beberapa manfaat yang signifikan bagi masyarakat peternak di Kabupaten Soppeng. Pertama, masyarakat peternak dapat dengan mudah menghubungi petugas inseminator saat ternaknya memasuki masa birahi, sehingga pelayanan dapat diberikan secara tepat waktu. Hal ini membantu mencegah penularan penyakit menular seperti Brucellosis serta menghindari perkawinan saudara pada ternak.

 

Selain itu, program ini juga berdampak positif pada peningkatan kualitas ternak di Kabupaten Soppeng. Dengan adanya pejantan panggilan yang berkualitas, genetik ternak dapat ditingkatkan, sehingga menghasilkan potomu yang lebih baik secara kualitas. Selain itu, biaya yang dikeluarkan oleh peternak untuk mendapatkan pelayanan inseminasi buatan melalui program Pejantan Panggilan juga lebih terjangkau, mengingat adanya tenaga inseminator swadaya yang berasal dari masyarakat peternak sendiri.

 

Melalui program Pejantan Panggilan, Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng berharap dapat meningkatkan populasi sapi, memperbaiki mutu genetik ternak, serta memberikan pelayanan inseminasi buatan yang lebih baik kepada masyarakat peternak di Kabupaten Soppeng. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan sektor pertanian khususnya peternakan di Kabupaten Soppeng semakin berkembang dan berkontribusi positif bagi perekonomian daerah.