Soppeng, 24 Juni 2022 - Inovasi literasi Pena
Anak Indonesia Soppeng (PAI Soppeng) diinisiasi dari SMP Negeri 1 Watansoppeng
untuk merespon rendahnya minat dan kecintaan peserta didik terhadap membaca dan
menulis. Data kunjungan ke perpustakaan sekolah selama beberapa tahun terakhir
menunjukkan bahwa minat mengunjungi perpustakaan masih rendah, serta
terbatasnya koleksi buku bacaan anak-anak yang menarik. Hal ini menyebabkan
peserta didik kesulitan dalam menulis dan berkontribusi dalam ajang lomba
menulis.
Berdasarkan latar belakang tersebut, SMP Negeri 1 Watansoppeng menginisiasi lahirnya inovasi literasi Pena Anak Indonesia Soppeng. PAI Soppeng bertujuan untuk memampukan anak-anak berdasarkan buku bacaan yang mereka baca, membangkitkan kecintaan dan minat peserta didik dalam menulis, serta membangun budaya membaca dan menulis melalui gerakan literasi sekolah.
Inovasi PAI Soppeng dilaksanakan melalui beberapa tahapan, antara lain:
1. Inisiasi Program: Program ini diinisiasi berdasarkan rendahnya minat dan kecintaan peserta didik terhadap literasi menulis dan membaca. Dalam tahap ini, dibentuk wadah komunitas menulis untuk peserta didik.
2. Perencanaan: Koordinasi dilakukan dengan stakeholder sekolah, seperti pengawas pembina, kepala sekolah, guru/pendidik, dan tenaga kependidikan, untuk mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan program literasi menulis.
3. Pelaksanaan: Program literasi menulis PAI Soppeng dimulai dengan sosialisasi kepada peserta didik dan komite sekolah. Peserta didik yang berminat menjadi anggota komunitas ditampung, kemudian diberikan pelatihan dan bimbingan kepenulisan. Tulisan-tulisan yang masuk diposting setelah melalui proses editing oleh mentor, dan hasil tulisan anak-anak juga di-share melalui media sosial.
4. Monitoring/Evaluasi: Evaluasi dilakukan secara internal dan eksternal. Tim inovasi sekolah melakukan evaluasi internal, sedangkan evaluasi eksternal dilakukan oleh inspektorat untuk memastikan pelaksanaan program literasi menulis dan kinerja SDM yang terlibat. Evaluasi ini dilakukan setiap semester dengan menggunakan angket sebagai alat evaluasi.
PAI Soppeng menjadi wadah penyaluran bakat dan kreativitas menulis anak-anak. Anak-anak tergabung dalam komunitas menulis ini dapat mengembangkan kemampuan menulis mereka dan memperkenalkan potensi daerah melalui tulisan-tulisan yang mereka hasilkan. Keistimewaan PAI Soppeng terletak pada pengembangan kepekaan sosial anak-anak melalui karya tulis, serta keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial dan bantuan.