FOR KIA: Inovasi Terintegrasi untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Soppeng

Di Kabupaten Soppeng, upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) mendapatkan dorongan signifikan melalui peluncuran Forum Rujukan Kesehatan Ibu dan Anak (FOR KIA). Inovasi ini dirancang untuk memperbaiki sistem rujukan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin, dan nifas serta anak, dengan tujuan akhir menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Angka kematian ibu di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan faktor utama termasuk komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, pada tahun 2021 tercatat 7.389 kematian ibu, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap perbaikan sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak. Di Kabupaten Soppeng, meski akses ke layanan kesehatan semakin baik, angka stunting dan kematian ibu masih menjadi masalah yang memerlukan penanganan efektif.

FOR KIA hadir sebagai solusi inovatif dengan mengintegrasikan berbagai pihak dalam sistem rujukan kesehatan. Forum ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai tingkat, termasuk dokter spesialis, bidan di rumah sakit, puskesmas, dan Tim Public Safety Center (PSC). Tujuan utama FOR KIA adalah untuk memastikan setiap kasus kesehatan ibu dan anak dapat ditangani secara cepat dan tepat. Dengan adanya sistem rujukan ini, tenaga kesehatan dapat melakukan konsultasi dan kolaborasi sebelum merujuk pasien ke rumah sakit, sehingga mengurangi risiko keterlambatan penanganan dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Program ini memiliki beberapa tujuan khusus, termasuk mendorong partisipasi tenaga kesehatan dalam peningkatan mutu pelayanan, menyatukan pandangan dalam penyelesaian masalah kesehatan, serta berfungsi sebagai alat monitoring dan evaluasi untuk menangani kegawatdaruratan. Dengan FOR KIA, diharapkan semua ibu hamil, bersalin, dan nifas dapat memperoleh perawatan yang tepat dan terkoordinasi dengan baik, baik di fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan lanjutan.

Manfaat dari FOR KIA sangat signifikan. Melalui forum ini, tenaga kesehatan dapat lebih terlibat dalam proses rujukan, sehingga masalah kesehatan pasien dapat ditangani secara lebih efisien di fasilitas kesehatan dasar setelah adanya konsultasi dengan dokter spesialis. Pasien yang memerlukan penanganan kegawatdaruratan dapat segera dirujuk dan ditangani dengan cepat di rumah sakit. Data dari RSUD La Temmamala menunjukkan penurunan jumlah kasus rujukan dari puskesmas dan TPMB, serta penurunan kasus kematian ibu, yang merupakan indikasi keberhasilan dari inovasi ini.

Sejak peluncurannya, FOR KIA telah berhasil mengurangi jumlah kasus rujukan dari 1.277 orang pada tahun 2020 menjadi 584 orang pada tahun 2022. Selain itu, data kematian ibu juga menunjukkan penurunan, dari 3 kasus pada tahun 2020 menjadi 2 kasus pada tahun 2021 dan 2022. Hal ini membuktikan efektivitas dan dampak positif dari FOR KIA dalam meningkatkan sistem rujukan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Soppeng.

Dengan terus memperkuat dan mengembangkan FOR KIA, diharapkan Kabupaten Soppeng dapat lebih efektif dalam menangani masalah kesehatan ibu dan anak, serta mencapai target penurunan angka kematian ibu dan bayi yang lebih baik di masa depan.