Di Kabupaten Soppeng, inovasi Tahsin Qiro’ah telah menjadi
tonggak penting dalam pendidikan keagamaan, khususnya dalam meningkatkan
kemampuan baca tulis Al-Qur'an di kalangan siswa SMPN 1 Marioriwawo. Program
ini diinisiasi pada tahun 2019 dan mulai diterapkan secara penuh pada tahun
2020, sebagai respons terhadap hasil penilaian yang mengungkapkan bahwa
sebagian besar siswa belum mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.
Hasil penilaian ekstrakurikuler baca tulis Al-Qur'an (BTA) pada tahun 2019 menunjukkan bahwa 20% siswa tidak bisa membaca Al-Qur'an sama sekali, 60% bisa membaca tetapi tidak sesuai dengan hukum tajwid dan makharijul huruf, dan hanya 20% yang bisa membaca dengan baik. Melihat kondisi ini, SMPN 1 Marioriwawo bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Soppeng melalui KUA Kecamatan Marioriwawo, menggagas inovasi Tahsin Qiro’ah. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an, sehingga mereka tidak hanya mampu melaksanakan ibadah sholat dengan baik, tetapi juga dapat memenuhi syarat-syarat bacaan yang benar menurut hukum-hukum tajwid.
Pelaksanaan Tahsin Qiro’ah dimulai dengan tahapan pemula di mana semua siswa diwajibkan mengikuti program ini. Kemudian, siswa diseleksi berdasarkan kemampuan mereka dan dikelompokkan ke dalam tiga kategori kelas: Kelas Fasih, Kelas Menengah, dan Kelas Dasar. Kelas Fasih diikuti oleh siswa yang sudah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, Kelas Menengah untuk mereka yang belum lancar, dan Kelas Dasar bagi siswa yang belum bisa membaca sama sekali. Setiap kategori kelas memiliki metode pembinaan khusus yang dilaksanakan setiap hari Jumat dan dilanjutkan dengan pembinaan harian selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai.
Manfaat dari inovasi Tahsin Qiro’ah sangat terasa. Sejak diterapkan, inovasi ini berhasil meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an dari 20% menjadi 65% pada tahun ajaran 2020-2021. Selain itu, angka buta aksara Al-Qur'an menurun dari 20% menjadi 0%. Pelaksanaan ibadah sholat lima waktu di kalangan siswa juga meningkat secara signifikan dari 60% menjadi 90%. Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam melaksanakan ibadah, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Melalui Tahsin Qiro’ah, SMPN 1 Marioriwawo telah menciptakan
generasi yang lebih berdaya saing, tidak hanya dalam hal akademis tetapi juga
dalam hal spiritual. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan
memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi siswa maupun masyarakat di
Kabupaten Soppeng secara keseluruhan.