Kurcaci Bunting: Pemeriksaan Kecacingan Bantu Turunkan Stunting di Kabupaten Soppeng

Kabupaten Soppeng, 30 Juni 2023 - Angka stunting pada balita di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pihak terkait di bidang kesehatan. Stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak balita memiliki dampak jangka panjang yang serius terhadap kesehatan dan perkembangan anak. Salah satu faktor penyebab stunting yang perlu mendapatkan perhatian adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kecacingan.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, pada tahun 2017 terdapat sebanyak 10.700 kasus kecacingan di Sulawesi Selatan, dengan Kota Makassar sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Infeksi kecacingan tergolong sebagai penyakit Neglected Disease, yang seringkali tidak mendapatkan perhatian yang cukup dan dapat menimbulkan dampak kronis pada kesehatan anak, seperti kekurangan gizi, gangguan tumbuh kembang, dan gangguan kognitif.

Dalam upaya mengatasi stunting pada balita di Kabupaten Soppeng, telah dilakukan langkah inovatif yang dikenal dengan sebutan "Kurcaci Bunting" atau Pemeriksaan Kecacingan Bantu Turunkan Stunting. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mewujudkan kerjasama antara Petugas ATLM, Kader Posyandu, lintas sektor, Penanggung Jawab Posyandu, Petugas Kecacingan, dan Program Gizi dalam mengedukasi pentingnya pemeriksaan sampel feses pada penderita stunting.

Dengan adanya program Kurcaci Bunting, diharapkan penderita stunting dapat lebih mudah melakukan pemeriksaan kecacingan. Pemeriksaan kecacingan dilakukan dengan menggunakan metode sederhana menggunakan larutan eosin 2% yang dilarutkan pada sampel feses dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis untuk mendeteksi adanya telur atau larva cacing. Jika ditemukan telur atau larva cacing, langkah penanganan lanjutan akan dilakukan, termasuk kunjungan rumah untuk memberikan edukasi dan pengobatan dengan obat cacing.

Melalui kerjasama yang nyata antara Kader Posyandu, lintas sektor, Penanggung Jawab Posyandu, Petugas Kecacingan, dan Program Gizi, diharapkan masyarakat yang menderita kecacingan dapat memahami pentingnya pengobatan untuk menurunkan angka stunting. Dalam program Kurcaci Bunting, juga dilakukan pemantauan pertumbuhan balita stunting setelah pengobatan, dengan pencatatan perkembangan pertumbuhan melalui buku bantu pencatatan penderita stunting.

Dalam data yang diperoleh, terlihat adanya peningkatan jumlah balita stunting yang melakukan pemeriksaan kecacingan setelah diberlakukannya program Kurcaci Bunting. Hal ini menunjukkan efektivitas program dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kecacingan sebagai langkah konkret dalam menurunkan angka stunting.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, bersama dengan Dinas Kesehatan, akan terus berupaya meningkatkan program Kurcaci Bunting serta mengoptimalkan kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Diharapkan, melalui program ini, angka stunting pada balita di Kabupaten Soppeng dapat terus menurun, sehingga generasi penerus bangsa dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.

 

Referensi:

1. World Health Organization (WHO), 2017.

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), 2017.