Kabupaten Soppeng, 29 Desember 2022 - Hemodialisis atau cuci darah merupakan prosedur yang penting bagi pasien dengan gagal ginjal akut atau End Stage Renal Disease (ESRD). Di Kabupaten Soppeng, biaya akomodasi pasien hemodialisis menjadi kendala, terutama bagi pasien dari kalangan miskin. Selain itu, kurangnya pengetahuan pasien dan keluarga tentang pola hidup sehat pasien hemodialisis menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, RSUD Latemmamala Soppeng mengembangkan inovasi bernama "Aksi Si Modis" sebagai media edukasi pasien hemodialisis.
Sebelum adanya inovasi "Aksi Si Modis", tingkat adekuasi pasien hemodialisis di RSUD Latemmamala Soppeng, ditandai dengan nilai KT/V, masih belum mencapai rentang ideal yaitu di bawah 1,8. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya pengetahuan pasien dan keluarga mengenai pola hidup sehat pasien hemodialisis, serta kurangnya edukasi yang diberikan oleh tim dialisis. Selain itu, pasien juga kesulitan memantau status kesehatan mereka setiap kunjungan rutin cuci darah.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pengetahuan pasien, RSUD Latemmamala Soppeng mengimplementasikan inovasi "Aksi Si Modis" melalui tiga tahapan. Pertama, dibentuklah Tim Dialisis yang bertugas untuk mengedukasi pasien dan keluarga mengenai pola hidup sehat pasien hemodialisis. Hal ini didukung oleh Surat Keputusan Direktur RSUD Latemmamala Soppeng.
Kedua, didirikan grup WhatsApp bernama "Keluarga Cemara HD" yang terdiri dari tim dialisis, pasien, dan keluarga pasien. Grup ini berfungsi sebagai media edukasi, konsultasi, dan informasi jadwal rutin hemodialisis. Grup ini aktif 24 jam dan memudahkan akses informasi kesehatan secara cepat dan efisien.
Ketiga, diperkenalkan Buku Pintar Pasien Hemodialisis sebagai alat kontrol status kesehatan setiap pasien. Buku ini berisi materi tentang pola hidup sehat pasien hemodialisis, termasuk menu makanan sehat dan lembar kontrol status kesehatan yang dibawa saat kunjungan rutin cuci darah.
Dengan implementasi inovasi "Aksi Si Modis", RSUD Latemmamala Soppeng berhasil meningkatkan pengetahuan pasien tentang pola hidup sehat, terlihat dari peningkatan nilai KT/V yang mencapai tingkat ideal yaitu di bawah 1,8. Pasien dan keluarga juga semakin memahami bahwa gagal ginjal merupakan penyakit medis yang dapat diatasi dengan terapi cuci darah, bukan penyakit gaib.
Salah satu keunikan inovasi ini adalah adanya grup WhatsApp "Keluarga Cemara HD" yang menjadi wadah komunikasi antara pasien, keluarga, dan tim dialisis. Grup ini memfasilitasi edukasi, konsultasi, dan informasi secara efektif dan efisien. Selain itu, Buku Pintar Pasien Hemodialisis juga membantu pasien dalam mengontrol status kesehatan mereka secara mandiri.
Dengan adanya inovasi "Aksi Si Modis", RSUD Latemmamala Soppeng berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan pasien hemodialisis, terutama bagi pasien dari kalangan miskin. Selain itu, inovasi ini juga membantu mengurangi biaya akomodasi pasien untuk kunjungan rutin dan menekan beban biaya kesehatan yang ditanggung oleh negara.
Untuk menjaga keberlangsungan dan kualitas inovasi "Aksi Si Modis", dilakukan penilaian adekuasi pasien hemodialisis setiap 3 bulan dengan mencapai nilai KT/V di bawah 1,8. Dengan demikian, pasien dapat berhenti menjalani cuci darah atau mengurangi jadwal kunjungan menjadi satu kali seminggu. Penilaian adekuasi dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium sebelum dan sesudah hemodialisis, diikuti dengan perhitungan adekuasi oleh dokter berdasarkan rumus yang telah ditetapkan.
Dengan hasil yang positif yang telah dicapai melalui inovasi "Aksi Si Modis", RSUD Latemmamala Soppeng berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien hemodialisis.