SECEPAT KILAT: Sistem Cepat Kelola Distribusi dan Laporan Obat Mengoptimalkan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Soppeng

Kabupaten Soppeng, 24 Desember 2022 - Kabupaten Soppeng terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui inovasi "SECEPAT KILAT" (Sistem Cepat Kelola Distribusi dan Laporan Obat). Inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem distribusi dan pelaporan obat di setiap unit dan jaringan puskesmas dengan memanfaatkan teknologi.

Latar belakang inovasi SECEPAT KILAT didasarkan pada hasil survei yang dilakukan oleh Pengelola Gudang Farmasi UPTD Puskesmas Takalala sebelum tahun 2019. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa proses persiapan sediaan farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) membutuhkan waktu yang cukup lama, rata-rata lebih dari 3 hari. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya transparansi stok gudang farmasi terhadap pengelola unit dan jaringan puskesmas, jarak yang jauh antara pustu-poskesdes dengan puskesmas, serta kurangnya efektivitas dalam pembuatan laporan menggunakan sistem manual.

Selain itu, data kelengkapan laporan obat dan BMHP yang diterima oleh Pengelola Gudang Farmasi juga menunjukkan bahwa sebelum tahun 2019, kurang dari 70% laporan yang masuk ke gudang farmasi. Masalah ini disebabkan oleh format laporan yang tidak seragam dan sulitnya membuat laporan dengan sistem manual.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan inovasi SECEPAT KILAT dengan memanfaatkan teknologi berbasis aplikasi AppSheet. Aplikasi ini menggunakan database dari Google Spreadsheet, yang memungkinkan pengguna aplikasi untuk mengaksesnya secara bersamaan melalui komputer maupun smartphone. Dalam aplikasi SECEPAT KILAT, pengelola unit layanan dan jaringan puskesmas dapat mengisi stok akhir dan permintaan obat yang diinginkan. Aplikasi ini juga memberikan informasi terkait stok awal, penerimaan, persediaan, pemakaian, stok terakhir, permintaan, harga obat, dan tanggal kadaluwarsa. Setelah pengisian dilakukan, penanggung jawab gudang farmasi dapat langsung melihat laporan melalui Google Spreadsheet.

Dengan adanya inovasi SECEPAT KILAT, sistem distribusi dan pelaporan obat di unit dan jaringan puskesmas menjadi lebih efektif dan efisien. Informasi stok sediaan farmasi dan BMHP di gudang farmasi dapat diakses dengan cepat oleh penanggung jawab unit dan jaringan puskesmas, sehingga pengelolaan stok obat menjadi lebih tepat dan terarah. Selain itu, inovasi ini juga membantu mengurangi biaya transportasi petugas unit dan jaringan puskesmas yang sebelumnya harus pergi ke gudang farmasi untuk mengumpulkan laporan.

Manfaat dari inovasi SECEPAT KILAT antara lain adalah distribusi sediaan farmasi dan BMHP yang lebih efektif dan efisien, pelaporan yang lebih mudah, optimalnya ketersediaan obat di unit dan jaringan puskesmas, penghematan biaya transportasi, dan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat dengan sediaan farmasi dan BMHP yang tepat dan berkualitas.

Dalam implementasinya, inovasi SECEPAT KILAT telah memberikan dampak yang signifikan. Waktu distribusi obat menjadi lebih singkat, dan biaya transportasi yang dikeluarkan oleh penanggung jawab unit dan jaringan puskesmas berkurang. Dengan menggunakan sistem berbasis teknologi, pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP di Kabupaten Soppeng semakin berkualitas, cepat, dan tepat dalam menyediakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kabupaten Soppeng terus berkomitmen untuk terus berinovasi dalam bidang kesehatan guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Diharapkan inovasi SECEPAT KILAT ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan sistem distribusi dan pelaporan obat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.